Ketua PDM : Pemuda Muhammadiyah Harus Tampil Menjadi Imam

Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Sidoarjo mengelar BAD (Baitul Arqom Dasar) pertama, yang di ikuti oleh 4 cabang pemuda muhammadiyah yakni, porong, Tanggulangin, Candi dan Jabon, bertempat di komplek perguruan Muhammadiyah porong lajuk pada sabtu 27/11/2021.

Kegiatan yang bertema Mencetak Kader Kepemimpinan Pemuda Muhammadiyah Yang Mencerahkan Dan Menggembirakan ini di mulai dengan acara pembukaan pada pukul 09.00 Wib, peserta Nampak semangat menyambut pembukaan yang dihadiri oleh ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Drh. Zainul Muslimin, pada sambutannya Zainul menyampaikan beberapa pesan untuk peserta BAD :

Pemuda Muhammadiyah Harus Tampil Menjadi Imam

Beliau bercerita bahwa secara cashing / tampilan secara fisik beliau ketika selalu mengenakan peci putih kemudian berjenggot panjang, ketika memasuki waktu sholat di tempat-tempat umum beliau selalu didorong dan dipaksa menjadi imam.

Dari sini kemudian kedepan ini menjadi penting bahwa anak muda itu harus siap menjadi pemimpin, Pemimpin itu yaa imam, pemimpin itu harus bisa tampil di depan. Seorang imam itu harus memiliki bacaan al qur’an yang baik dan bagus. Saat ini hampir di masjid-masjid besar muhammadiyah sidoarjo imam muda yang berkualitas bagus masih di dominasi anak-anak muda yang berasal dari luar pulau.

Kedepan, harus ada kegiatan yang mencetak imam muda sebanyak banyak nya, saya wanti-wanti laki-laki itu harus bisa betul – betul menjadi imam dan yang paling penting yakni imam sholat, jika imam sholatnya sudah luar biasa, saya kira urusan yang lain pasti selesai.

Pemimpin yang cerdas selalu mengingat Allah

Beliau menyinggung ayat yang di bacakan peserta BAD pada saat qalam illahi yakni surat al-imron ayat 91-92, inna fii kholqis-samaawaati wal-ardhi wakhtilaafil-laili wan-nahaari la-aayaatil li-ulil-albaab di dalam ayat ini bermakna kalau menjadi pemimpin itu harus ada syaratnya, Allah memilih pemimpin itu yang punya kekuatan, dalam diri ulil albaab itu senantiasa memikirkan Allah, pemikiran rasionalitasnya itu selalu berujung pada seluruh manfaat yang Allah SWT telah ciptakan.

Baca Juga :  Masjid Sebagai Pusat Dakwah Al Ma'un
Baca Juga :  Pemuda Muhammadiyah Terjunkan Tim. Cek Kebenaran Bungker Senjata di Masjid

Tidak ada sesuatupun dan sedikitpun yang allah swt ciptakan itu sia-sia artinya orang yang ulil albaab walaupun dalam kondisi seperti pandemic dia bisa melihat ada manfaat atau peluang apa di balik itu, dia tidak pernah mengeluh pada sebuah fakta walaupun menurut persepsi secara umum fakta itu buruk. Mauludy

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

22FansLike
113FollowersFollow
SubscribersSubscribe
- Advertisement -

Latest Articles