Kenalkan Layanan Digital, Lazismu Jatim Targetkan Penerimaan Zakat Meningkat Hingga Rp 75 Miliar

Ketua Lazismu Jatim Zainul Muslimin saat menunjukkan peluncuran aplikasi digital pembayaran zakat di Aula Mas Mansyur PW Muhammadiyah Jatim, Selasa (4/5).

Fasco.id – Lembaga Amil, Zakat, Infaq, Sodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) meningkatkan peningkatan zakat dari rata-rata Rp 50 miliar menjadi Rp 75 miliar per tahun. Peningkatan ini seiring dengan upaya transformasi digital layanan pembayaran non tunai. Melalui layanan digital tersebut, pembayaran zakat, infaq atau sodaqoh (ZIS) menjadi lebih efisien dan efektif tanpa harus mendatangi muzakki secara langsung.

Peluncuran aplikasi pembayaran zakat digital tersebut secara resmi dilakukan di Kantor PW Muhammadiyah Jatim, Selasa (4/5). Ketua Lazismu Jatim Zainul Muslimin mengatakan, inovasi pembayaran zakat diharapkan dapat mempermudah layanan sekaligus meningkatkan potensi penerimaan zakat. Dengan demikian, manfaat yang dapat diberikan Lazismu untuk masyarakat menjadi lebih luas dan meningkat sasararannya.

“Aplikasi berbasis situs web ini sebenarnya sudah lama. Tapi saat ini dikembangkan dengan menambah fitur pembayaran melalui dompet digital atau mobile banking menggunakan kode QR,” ujar Zainul.

Untuk menggunakan aplikasi tersebut, muzakki pertama kali perlu melakukan registrasi secara online. Selanjutnya, pembayaran dapat dilakukan dengan beberapa pilihan dompet digital (e-wallet), seperti gopay, ovo dan shope pay. Selain itu, Lazismu juga telah bekerja sama dengan sejumlah bank untuk layanan pembayaran menggunakan mobile banking.

“Setelah pembayaran zakat berhasil, muzakki akan langsung menerima pemberitahuan melalui email secara real time. Ini juga sedang dikembangkan agar bisa dikirim notifikasinya langsung ke yangsaap agar lebih mudah,” ujar Zainul.

Selain layanan pembayaran digital, aplikasi ini diharapkan juga menjadi sarana publikasi berbagai program unggulan Lazismu Jatim. Zainul mengakui, publikasi ini merupakan bagian dari laporan yang perlu diketahui para muzakki atas dana yang telah mereka sumbangkan. “Salah satunya pinjaman modal usaha yang telah digerakkan oleh Lazismu untuk pelaku UMKM. Pinjaman ini diberikan tanpa jaminan, tanpa bunga dan di Ponorogo telah diikuti oleh sekitar 400 UMKM,” lanjut dia.

Dengan aplikasi tersebut, Zainul berharap penerimaan penerimaan zakat di Lazismu yang rata-rata per tahun sebesar Rp 50 miliar menjadi Rp 75 miliar. “Sebenarnya potensi ZIS di Jatim ini bisa mencapai Rp 1 triliun. Tetapi kita masih harus meningkatkan ikhtiar agar dapat mencapai target maksimal tersebut,” ujar dia.

Dalam posko tersebut, Lazismu Jatim juga melakukan gerakan zakat menggunakan aplikasi digital. Tak butuh waktu lama, dana zakat yang terkumpul mencapai Rp 94,8 juta.

Sementara itu, Sekretaris PW Muhammadiyah Jatim Tamhid Masyhudi menambahkan, pendekatan teknologi informasi dan inovasi harus terus dilakukan. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan transaksi zakat, infaq dan shodaqoh tanpa harus bertemu secara tatap muka. “Di masa pandemi ini, inovasi digital menjadi kuno yang harus dipenuhi oleh Lazismu. PWM memberikan apresiasi luar biasa, karena itu jangan berhenti melakukan inovasi,” pungkas Tamhid.han

Baca Juga :  Panggilan Kader Muhammadiyah

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

22FansLike
109FollowersFollow
SubscribersSubscribe
- Advertisement -

Latest Articles