Data Covid-19 Indonesia

Indonesia
115,056
Positif Cov-19
Updated on August 5, 2020 5:25 am
Indonesia
72,050
Sembuh
Updated on August 5, 2020 5:25 am
Indonesia
5,388
Meninggal
Updated on August 5, 2020 5:25 am

PC IMM Sebut Pemkab Kedodoran Terapkan PSBB

Ciptakan Pekerjaan, Minimal Untuk Diri Sendiri

Tetap terapkan protokol kesehatan, silaturahim perwakilan alumni lintas angkatan SMK (SMEA) PEMUDA KRIAN (Smedaka) untuk Membangun Kebanggaan Bersama Smedaka Bisa digelar di Auditorium Smedaka,...

Secara Daring, 162 Siswa Smamita Diwisuda

Sebanyak 162 siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman mengikuti wisuda akhir tahun di tengah pandemi COVID-19. Namun yang berbeda, pelaksanaan wisuda digelar secara daring.. Para...

MENASIONALKAN BUDAYA MUHAMAMDIYAH SEBAGAI BENTUK NYATA DARI GERAKAN AMAR MA`RUF NAHI MUNGKAR

Ditulis oleh: Muchammad Yasak, Mahasiswa Pasca Sarjana UMSIDA Sidoarjo Muhamamdiyah yang lahir di kampong Kauman Yogyakarta, pada tanggal 18 Nopember 1912 / 8 Dzulhijjah 1330...

Muhammadiyah Bukan Dahlaniyah

Muhammadiyah Bukan Dahlaniyah ini ditulis oleh Muhammad Mauludy Falaakhy, Mahasiswa S2 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida). Beberapa waktu yang lalu, salah satu media masa swasta Tempo...

Pengurus PSI se Jatim Serentak Salurkan Bantuan Sosial Covid-19

fasco.online Aksi solidaritas untuk menangani dampak Covid-19 dilakukan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jatim bersama seluruh jajaran pengurusnya di tinggat daerah. Aksi tersebut digulirkan mulai 14...

fasco.online

Pelaksanaan pembatasan sosial bersekala besar (PSBB) di Sidoarjo telah berjalan sepekan. Sayang, upaya tersebut masih terkesan kedodoran hingga banyak masyarakat dibuat bingung dengan berbagai pembatasan yang dilakukan.

Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Sidoarjo Doni Rusmadiansyah menyebutkan, masih banyak yang harus di benahi dalam penerapan PSBB. Khususnya dalam penutupan akses jalan utama Sidoarjo yang merugikan masyarakat.

Baca Juga :  MCCC Sidoarjo Siapkan Lumbung Pangan Bantu Warga Terdampak Covid-19

Sepekan ini Pemkab menutup jalan yang mengarah kedalam kota delta secara total, pada malam hari dari pukul 21.00 sampai 04.00 WIB. Penutupan jalan pun berlaku bagi siapa saja bahkan untuk tenaga medis yang hendak melintas. Padahal, penutupan akan lebih efektif jik dilakukan pemeriksaan lebih dahulu.

“Dalam PSBB ini harus jelas dan terukur bukan dengan penutupan jalan total kedalam Sidoarjo seharusnya yang di butuhkan itu check point,” ujar doni.

Dilihat dari realita penutupan jalan ini mengakibatkan masyarat melewati jalan jalan tikus untuk mencapai tujuan. Iya, penutupan jalan yang ada di sidoarjo ini cenderung terlihat aneh dan tidak ada guna yang dibutukan saat ini pengecekan pengendara yang melintas. Justru jika di tutup masyarakat masih menggunakan jalan tikus yang tidak dijaga oleh polisi dan tidak di tutup untuk menjapai tujuan pengontrolannya makin sulit,” ujarnya

Hal itu menjadi sorotan bagi PC IMM sidoarjo, doni mendesak pemkab merubah penutupan ini dengan check point.

Harusnya pemkab mengganti penutupan jalan.secara total ini dengan check point dan pengecekan pengendara yang melintas di sidoarjo,” terang doni saat di konfirmasi melalui telpon selasa (5/5/2020)

Doni juga menyoroti anggaran bantuan yang menurutnya tidak merata dalam pemberian kepada orang yang membutukan.

Soal anggaran bantuan covid-19 ini juga belom merata dalam pembagiannya, kami meminta agar pemkab sidoarjo lebih terbuka kepada masyarakat soal anggaran tersebut,” imbuhnya.han

Baca Juga :  Pengurus PSI se Jatim Serentak Salurkan Bantuan Sosial Covid-19

Hot Topics

Ciptakan Pekerjaan, Minimal Untuk Diri Sendiri

Tetap terapkan protokol kesehatan, silaturahim perwakilan alumni lintas angkatan SMK (SMEA) PEMUDA KRIAN (Smedaka) untuk Membangun Kebanggaan Bersama Smedaka Bisa digelar di Auditorium Smedaka,...

Secara Daring, 162 Siswa Smamita Diwisuda

Sebanyak 162 siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman mengikuti wisuda akhir tahun di tengah pandemi COVID-19. Namun yang berbeda, pelaksanaan wisuda digelar secara daring.. Para...

MENASIONALKAN BUDAYA MUHAMAMDIYAH SEBAGAI BENTUK NYATA DARI GERAKAN AMAR MA`RUF NAHI MUNGKAR

Ditulis oleh: Muchammad Yasak, Mahasiswa Pasca Sarjana UMSIDA Sidoarjo Muhamamdiyah yang lahir di kampong Kauman Yogyakarta, pada tanggal 18 Nopember 1912 / 8 Dzulhijjah 1330...

Related Articles

Ciptakan Pekerjaan, Minimal Untuk Diri Sendiri

Tetap terapkan protokol kesehatan, silaturahim perwakilan alumni lintas angkatan SMK (SMEA) PEMUDA KRIAN (Smedaka) untuk Membangun Kebanggaan Bersama Smedaka Bisa digelar di Auditorium Smedaka,...

Secara Daring, 162 Siswa Smamita Diwisuda

Sebanyak 162 siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman mengikuti wisuda akhir tahun di tengah pandemi COVID-19. Namun yang berbeda, pelaksanaan wisuda digelar secara daring.. Para...

MENASIONALKAN BUDAYA MUHAMAMDIYAH SEBAGAI BENTUK NYATA DARI GERAKAN AMAR MA`RUF NAHI MUNGKAR

Ditulis oleh: Muchammad Yasak, Mahasiswa Pasca Sarjana UMSIDA Sidoarjo Muhamamdiyah yang lahir di kampong Kauman Yogyakarta, pada tanggal 18 Nopember 1912 / 8 Dzulhijjah 1330...