Data Covid-19 Indonesia

Indonesia
115,056
Positif Cov-19
Updated on August 5, 2020 4:21 am
Indonesia
72,050
Sembuh
Updated on August 5, 2020 4:21 am
Indonesia
5,388
Meninggal
Updated on August 5, 2020 4:21 am

Suara Muhammadiyahdan Hari Pers Nasional

Ciptakan Pekerjaan, Minimal Untuk Diri Sendiri

Tetap terapkan protokol kesehatan, silaturahim perwakilan alumni lintas angkatan SMK (SMEA) PEMUDA KRIAN (Smedaka) untuk Membangun Kebanggaan Bersama Smedaka Bisa digelar di Auditorium Smedaka,...

Secara Daring, 162 Siswa Smamita Diwisuda

Sebanyak 162 siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman mengikuti wisuda akhir tahun di tengah pandemi COVID-19. Namun yang berbeda, pelaksanaan wisuda digelar secara daring.. Para...

MENASIONALKAN BUDAYA MUHAMAMDIYAH SEBAGAI BENTUK NYATA DARI GERAKAN AMAR MA`RUF NAHI MUNGKAR

Ditulis oleh: Muchammad Yasak, Mahasiswa Pasca Sarjana UMSIDA Sidoarjo Muhamamdiyah yang lahir di kampong Kauman Yogyakarta, pada tanggal 18 Nopember 1912 / 8 Dzulhijjah 1330...

Muhammadiyah Bukan Dahlaniyah

Muhammadiyah Bukan Dahlaniyah ini ditulis oleh Muhammad Mauludy Falaakhy, Mahasiswa S2 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida). Beberapa waktu yang lalu, salah satu media masa swasta Tempo...

Pengurus PSI se Jatim Serentak Salurkan Bantuan Sosial Covid-19

fasco.online Aksi solidaritas untuk menangani dampak Covid-19 dilakukan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jatim bersama seluruh jajaran pengurusnya di tinggat daerah. Aksi tersebut digulirkan mulai 14...

Oleh : Buya Ahmad Syafii Maarif

SM yang semula terbit dalam bahasa Jawa telah melintasi tiga zaman. Pada 30 Agustus 2017, SM lagi mendapatkan Penghargaan SPS dalam kategori Salah Satu Majalah Tertua Di Indonesia.

Sepanjang sumber yang dapat dilacak sampai hari ini, boleh jadi SM adalah satu-satunya media cetak terlama yang bisa bertahan. Sebagai warisan budaya literasi dari pendiri Muhammadiyah Ahmad Dahlan dan para sahabatnya, SM telah bertahan dengan semangat yang semakin tinggi dan energi yang semakin membesar, tidak saja dalam ranah idealisme yang terus dipertajam, tetapi juga dalam pengembangan dunia usaha yang kompetitif.

Baca Juga :  Muhammadiyah Bukan Dahlaniyah

Dan jangan lupa, kesejahteraan staf dan karyawan pasti akan meningkat sejalan dengan kiprah bisnis yang kreatif dan dinamis itu. Selain sebagai media cetak dwipekanan, SM juga dapat dibaca dalam versi digital. Moto terbaru yang diusung adalah “Meneguhkan dan Mencerahkan”.

Di bawah komandan Deni Asy’ari (asli Bukittinggi) sebagai dirut PT SCM (Syarikat Cahaya Media), sejak tahun-tahun terakhir ini SM telah meluaskan jaringan usahanya dalam bentuk beberapa anak perusahaan dengan aset lebih dari Rp 50 miliar (termasuk dana cair di bank). Sebuah kantor baru lima tingkat yang cukup gagah di Jalan KH Ahmad Dahlan 107, Yogyakarta, akan diresmikan pada akhir Februari 2018.

Angka ini bagi SM adalah yang terbesar sepanjang sejarahnya. Pada tahun-tahun mendatang, angka itu akan semakin membengkak. Dalam hitungan kasar saya, aset SM pada 2020 akan menembus angka Rp 90 miliar.

SM yang semula terbit dalam bahasa Jawa telah melintasi tiga zaman: penjajahan Belanda, pendudukan Jepang, dan era kemerdekaan. Pernah mati suri sebentar tahun 1917-1918, pernah juga terseok-seok pada masa Jepang, tetapi dia bangkit kembali dengan segala kekuatan yang tersisa dan suka duka yang datang silih berganti.

Baca Juga :  Muhammadiyah Bukan Dahlaniyah

Tahun 1922, SM mulai menggunakan bahasa Melayu, di samping masih ada rubrik dalam bahasa dan tulisan Jawa. Yang dipantangkan SM sepanjang sejarahnya: menyerah kalah saat bergumul dengan berbagai kesulitan. Akhir-akhir ini SM tampak semakin agresif dengan membuka Sudut SM (SM Corner) di berbagai kota di Indonesia.

Sebagai seorang yang terlibat dalam denyut nadi SM sejak 1965, posisi korektor dan kemudian anggota redaksi, pernah pula absen beberapa tahun, saya merasa bahagia dalam usia 83 tahun sekarang ini. Ternyata jika anak-anak muda Muhammadiyah diberi kepercayaan penuh dalam mengembangkan suatu usaha, terobosan yang mereka lakukan kadang-kadang di luar dugaan, sesuatu yang tidak saya miliki sepanjang hidup. Kepada mereka ini semua saya memberikan penghargaan tinggi dan rasa bangga yang tidak berkesudahan.

Baca Juga :  MENASIONALKAN BUDAYA MUHAMAMDIYAH SEBAGAI BENTUK NYATA DARI GERAKAN AMAR MA`RUF NAHI MUNGKAR

Kemudian, pengalaman sebagai korektor majalah yang dilatih oleh sastrawan almarhum A Bastari Asnin sebagai redaktur SM, masih terngiang dalam ingatan saya sebuah sepeda lusuh yang saya naiki dari Kotagede ke Percetakan Negara Yogyakarta, kuliah di IKIP Negeri, terus ke kantor Suara Muhammadiyahsaat itu di Jalan KH Ahmad Dahlan 103. Alamat ini adalah kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah ketika itu, SM menompang di situ.

Di hari-hari sulit itu, SM telah sedikit meringankan beban ekonomi keluarga saya dalam suasana hidup di garis batas kemiskinan. Tidak saja sepeda yang lusuh, baju pun senasib dengan kendaraan yang catnya sudah mengelupas itu. Bahkan, istri saya, Nurkhalifah, pernah membalik letak punggung baju saya, yang lapuk diturunkan ke bagian bawah agar tidak kelihatan terlalu kumal.

Kini SM telah mengantongi penghargaan demi penghargaan. Sebagai usaha kecil menengah, anak perusahaan SM terus saja menggeliat dan menggeliat dengan toko batik, toko buku, dan penerbit SM yang semakin bermaya.

Baca Juga :  MENASIONALKAN BUDAYA MUHAMAMDIYAH SEBAGAI BENTUK NYATA DARI GERAKAN AMAR MA`RUF NAHI MUNGKAR

Ada beberapa penulis berbakat yang telah bergabung dengan SM. Terakhir adalah sejarawan Dr Muhammad Yuanda Zara, alumnus Universitas Amsterdam, Belanda, yang dengan sigap dan sabar telah mulai membongkar arsip-arsip kuno Muhammadiyah yang memang tidak terawat dengan baik selama sekian puluh tahun. Arsip SM nomor 1 tidak ditemukan lagi. Arsip nomor 2 tahun 1915 ditemukan almarhum Prof Dr Kuntowijoyo di negeri Belanda abad yang lalu.

SM tentu berterima kasih kepada Panitia Pusat Peringatan HPN dengan penghargaan yang akan diberikan kepada majalah tertua ini pada Jumat, 9 Februari 2018, sebagaimana telah disinggung di atas.ist

Sumber : republika.co.id

Hot Topics

Ciptakan Pekerjaan, Minimal Untuk Diri Sendiri

Tetap terapkan protokol kesehatan, silaturahim perwakilan alumni lintas angkatan SMK (SMEA) PEMUDA KRIAN (Smedaka) untuk Membangun Kebanggaan Bersama Smedaka Bisa digelar di Auditorium Smedaka,...

Secara Daring, 162 Siswa Smamita Diwisuda

Sebanyak 162 siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman mengikuti wisuda akhir tahun di tengah pandemi COVID-19. Namun yang berbeda, pelaksanaan wisuda digelar secara daring.. Para...

MENASIONALKAN BUDAYA MUHAMAMDIYAH SEBAGAI BENTUK NYATA DARI GERAKAN AMAR MA`RUF NAHI MUNGKAR

Ditulis oleh: Muchammad Yasak, Mahasiswa Pasca Sarjana UMSIDA Sidoarjo Muhamamdiyah yang lahir di kampong Kauman Yogyakarta, pada tanggal 18 Nopember 1912 / 8 Dzulhijjah 1330...

Related Articles

Ciptakan Pekerjaan, Minimal Untuk Diri Sendiri

Tetap terapkan protokol kesehatan, silaturahim perwakilan alumni lintas angkatan SMK (SMEA) PEMUDA KRIAN (Smedaka) untuk Membangun Kebanggaan Bersama Smedaka Bisa digelar di Auditorium Smedaka,...

Secara Daring, 162 Siswa Smamita Diwisuda

Sebanyak 162 siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman mengikuti wisuda akhir tahun di tengah pandemi COVID-19. Namun yang berbeda, pelaksanaan wisuda digelar secara daring.. Para...

MENASIONALKAN BUDAYA MUHAMAMDIYAH SEBAGAI BENTUK NYATA DARI GERAKAN AMAR MA`RUF NAHI MUNGKAR

Ditulis oleh: Muchammad Yasak, Mahasiswa Pasca Sarjana UMSIDA Sidoarjo Muhamamdiyah yang lahir di kampong Kauman Yogyakarta, pada tanggal 18 Nopember 1912 / 8 Dzulhijjah 1330...