Pemuda Muhammadiyah Tanggulangin - Sidoarjo

Fasco.id – Pemuda yang podukti terdapat beberapa kiteria didalamya. Pertama, adalah Gairah. Apa sih gairah itu, G pertama adalah gerakan, A artinya anugerah, I artinya ilahi, kemudian r adalah raih, A yang memiliki makna apa yang, dan H adalah halal.

Untuk itu, Sehebat apapun tentang apa yang diraih oleh pemuda, adalah sesuatu yang diridhai oleh Allah ta’ala, jikat diak, maka itu tidak akan berkah.

Hal tu disampaikan oleh Ustad Muqorobin, dalam agenda pengajian rutin PCPM Tanggulangin, di musolla Ahmad Dahlan ranting Kalidawer, minggu (13/10/2019) malam.

Baca Juga :  Shobikin, Dari Loper Menuju Parlemen

Apa yang harus dilakukan, ustad muqorobin memaparkan, sebagai pemuda potensi yang ada diotaknya haruslah tumbuh sebuah kreatifitas yang baik.

Anak muda itu harus kreatif. Dalam berdakwa kreatif, dalam berkarya juga kreatif, termasuk dalam ber kerja, dan tentunya tidak malas.

“Watak pemuda adalah wajah Indonesia. Pemuda harus berwatak tegas lugas dan akas. Karena, presiden pertama Indonesia dulu di desak oleh pemuda untuk memproklamirkan kemerdekaan,” katanya.

Kemudian yang ke dua, lanjutnya, adalah Ilmu pengetahuan. Akan terjadi kehancuran paa masyarakat jika pemuda tidak berilmu pengetahuan.

Baca Juga :  Unggul di Musyda ke 9, Yudi Prianto Terpilih Pimpin PDPM Sidoarjo

Seorang pemuda harus selalu menuntut ilmu. Sebuah gagasan atau usulan tidak akan bisa dilakukan tanpa ilmu. Bahkan, beribadah-pun jika tidak ada ilmu, maka tidak ada artinya.

“Ingat, berangkatnya pemuda hebat itu adalah pemuda yang berilmu dan bertaqwa,” pesannya.

Lain halnya dengan kemandirian. Ustad mengajak pemuda untuk mampu berdiri di atas kaki sendiri. Mampu menyelesaikan problem yang dihadapi para pemuda. Bahkan, sejak Muhammadiyah lahir, sudah mengajak untuk kemandirian.

Selain itu, ustad ini juga berpesan, jangan bergantung pada sesama manusia. Keimanan itu menandakan kualitas para pemuda. Dan berdampak kepada kualitas diri.

Baca Juga :  Jalan Panjang Tukang Dinamo Teguhkan Jihad di Jalur Politik

“Contohnya, ngakunya saja beriman, tapi tidak solat, ngakunya juga beriman tapi medit (baca: pelit). pemuda yang dicintai oleh Allah adalah pemuda yang mau shalat, bersedekah, juga pelopor shalat berjamaah,” pesan ustad kepada seluruh kader Pemuda Muhammadiyah Tanggulangin.

Terakhir, ia berpesan, sebagai pemuda yang dicintai oleh Allah adalah yang senantiasa selangkah lebih maju. Hari ini lebih baik dari pada hari kemarin. Nidhom

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of