Ketua PC IMM Sidoarjo Doni Rusmadiansyah

Siaran Pers

Peristiwa memilukan datang dari Kendari, Sulawesi Tenggara. Dua orang aktifis mahasiswa wafat setelah menggelar aksi demontrasi bersama rekan-rekannya dari Universitas Halu Oleo di samping kantor DPRD Sultra pada Kamis (26/9) kemarin.

Tragedi tersebut sontak memicu reaksi dari berbagai elemen masyarakat khususnya di kalangan mahasiswa. Tak terkecuali PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sidoarjo yang mengecam peristiwa tersebut. Ketua PC IMM Sidoarjo Doni Rusmadiansyah tegas mengutuk aksi biadab itu terjadi di tengah upaya mahasiswa menyampaikan aspirasi. Untuk itu, pihaknya akan memangil Kapolres Sidoarjo untuk bertemu dengan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Baca Juga :  Menjaga Kultur Demokrasi Khas Jawa Timuran

“Kami akan tunjukkan cara bagaimana semestinya aparat mengajak mahasiswa berdialog. Seluruh kader IMM Sidoarjo akan membuka mimbar domkrasi September berdarah. Kita juga sudah undang bapak-bapak polisi agar mereka hadir di tengah-tengah kami,” tegas Doni, Jumat (27/9). Mimbar demokrasi, lanjut dia, akan digelar di area parkir kampus 1 Umsida malam ini.

Seperti diketahui, aktifis mahasiswa yang juga kader IMM gugur dalam aksi demonstrasi di Sulteng ialah Himawan Randi (21) dan Yusuf Qordowi. Randi meninggal dunia setelah diketahui ada luka di bagian dadanya yang diduga tertembus oleh peluru. Menyusul Randi, Yusuf Qardawi meminggal di RS Bahteramas. Yusuf, sebelumnya mengalami pendarahan di kepala yang juga diduga akibat terkena peluru di bagian kepala sebelah kiri.

Baca Juga :  Berharap Mahasiswa Lebih Rasional dan Aktif Hadapi Momentum Politik

Terkait hal tersebut, Doni mengajak seluruh lapisan mahasiswa, organisasi otonom Muhammadiyah, serta para stake holder di Sidoarjo ikut mencurahkan keprihatinannya dalam forum tersebut. Pihaknya mengaku, seluruh kader IMM dan mahasiswa pada umumnya sedang dalam suasana duka yang mendalam. Karena itu, diperlukan satu momentum untuk menghormati gugurnya rekan mahasiswa yang telah gugur sekaligus mendoakan agar almarhum Randi dan Yusuf mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Selain itu, mimbar ini akan menjadi ruang bagi mahasiswa di Sidoarjo untuk bersama-sama mengutuk kekerasan dalam bentuk apapun dalam setiap aksi demonstrasi.

Baca Juga :  Pemuda Muhammadiyah Titipkan Tiga Hal untuk Pemimpin Baru Jatim

“Ini mimbar yang sehat untuk kita sama-sama bersuara dengan akal. Tidak akan ada anarkisme di majelis ini, sehingga aparat juga tidak perlu membawa senapan untuk datang ke rumah kami,” pungkas Doni.

Sidoarjo, 27 September 2019

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of