Fasco.id- Kegelisahan akan generasi da’i di lingkungan Muhammadiyah dirasakan betul oleh PD Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sidoarjo. Karena itu, diperlukan upaya konsisten untuk menghimpun dan membina potensi da’i di kalangan Pemuda Muhammadiyah. Salah satunya melalui Lembaga Kajian dan Pengembangan Dakwah Pemuda Muhammadiyah (LKPDPM).

Hal tersebut ditegaskan mantan Ketua PDPM Sidoarjo Jasmuri di sela-sela pelaksanaan LKPDM di Masjid Al Muttaqin, Sedati, Sidoarjo, Sabtu (31/8). Jasmuri menjelaskan, awal sejarah LKPDPM didirikan sejak 2012, kaeena rasa prihatin karena bapak-bapak di Muhammadiyah jadwal pengajian tidak ada habisnya. “Dari situ timbul pertanyaan, apakah tidak ada kalangan muda yang akan menjadi penyambung generasi bapak-bapak di Muhammadiyah sebagai da’i,” tutur Jasmuri.

Baca Juga :  Umsida Raih Anugerah Aisyiyah Awarding

Karena alasan itu, LKPDPM untuk menyiapkan kader Pemuda Muhammadiyah terjun di masyarakat.
Ini tidak lepas dari tujuan dasar Pemuda Muhammadiyah, yakni menghimpun, membina dan menggerakkan potensi pemuda.

“Jadi Pemuda Muhammadiyah tidak membatasi diri dengan hanya pegawai AUM, politisi, atau profesi tertentu saja. Kita harus menyiapkan diri di persyarikatan menjadi calon pemimpin,” ungkap dia.

Baca Juga :  Maknai Spirit Kepahlawanan Lewat Donasi untuk Pelajar

Setelah dihimpun, dibina dan digerakkan, lanjut Jasmuri, proses berikutnya adalah memahami fungsinya. Yaitu bertanggung jawab sebagai pelangsung, pelopor penyempurna amal usaha Muhammadiyah. “Fungsi ini yang harus diambil dan dipegang teguh kader Pemuda Muhammadiyah,” ungkap dia.

Melihat vitalnya peran LKPDPM, Pemuda Muhammadiyah Sidoarjo harus serius memikirkan. Bila perlu ada alokasi anggaran khusus untuk kegiatan LKPDPM. “Urusan politik banyak yang sudah memikirkan, urusan ekonomi semua minimal sudah punya pekerjaan. Kalau urusan dakwah tidak ada yang memikirkan, maka akan hilang,” pungkas dia.han

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of