Fasco.id – Tidak banyak orang Indonesia mengenal Hongaria. Negeri yang kaya sejarah ini memiliki budaya yang khas dengan pengaruh bangsa Romawi, Turki, Slavic dan Magyar. Selain itu, lokasinya berada ditengah daratan Eropa.

Budapest merupakan ibukota Hongaria, kota tercantik di Eropa. Hongaria merupakan salah satu negara peraih terbanyak nobel prize yang dikenal sebagai negeri ilmu pengetahuan dan science.

Akan tetapi bagaimanakah suasana puasa Ramadhan di negara Hongaria, pastinya sangat berbeda dengan di Indonesia, karena disana umat Islam masih tergolong minoritas. Di kota Budapest saja hanya ada sekitar 6 masjid. Tapi juga jangan dibayangkan bangunan masjidnya seperti di Indonesia.

Baca Juga :  Demi Sekolah, Walau Kaki Lecet Tetap Ikuti Gerak Jalan

Bagi mahasiswa Indonesia yang lagi studi di Hongaria dalam menjalani ibadah puasa durasi waktunya lebih lama daripada di Indonesia, yakini 17 jam 30 menit. Sedangkan durasi waktu puasa di Indonesia hanya 13 jam 20 menit.

Hal ini dialami oleh Hazim Hamid, M.Si, dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) yang sedang menyelesaikan studi S3 Jurusan Sociology, fakultas Social Science, Eotvos Lorand University (ELTE) Hongaria, menikmati puasa Ramadhan 1440 H/2019 M di Eropa.

Baca Juga :  Ada Akun Medsos Ancam Bunuh Cagub Khofifah

Karena, waktu adzan subuh di Budapest sekitar pukul 03.05 dan waktu adzan Maghrib pukul 20.05, sedangkan waktu sholat isya’ dan tarawih dimulai pukul 22.05.

“Bisa dibayangkan sholat tarawihnya itu pukul 10 malam, dan jam 3 pagi harus sudah selesai sahur, karena sudah masuk waktu subuh,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, kebanyakan mahasiswa muslim dari berbagai negara itu buka puasanya di Turkis Mosque, yang setiap harinya menyajikan berbagai macam hidangan menu buka puasa, seperti Nasi Biryani atau Nasi ala Timur Tengah dengan sop Turki, dan minuman jus serta korma dan buah-buahan.

Baca Juga :  Cetak Lulusan Hafidz Al Quran, SD MUHIDA Gelar Munaqosyah

Di Turkis Mosque, juga mengadakan sholat tarawih dan khotibnya kebanyakan berceramah menggunakan bahasa Arab. Nurul

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of