Fasco.id-Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) memiliki tanggung jawab besar dalam melaksanakan proses pengaderan di wilayah strukturalnya. Lantaran pentingnya proses ini, PDPM Sidoarjo masa bakti 2015 – 2019 terus berupaya melakukan revitalisasi di setiap proses kaderisasi.

Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Kader PDPM Sidoarjo Naimul Hajar Alkaromy menjelaskan, revitalisasi fungsi pengaderan dilakukan dengan mengoptimalisasikan pelaksanaan program perkaderan formal untuk pimpinan dan anggota.

Baca Juga :  Umsida Raih Anugerah Aisyiyah Awarding

“Keikutsertaan jenjang pengaderan menjadi salah satu tolak ukur seseorang mampu menduduki jabatan pimpinan sesuai tingkatannya untuk menjamin terjadinya budaya perkaderan yang intensif, berjenjang dan berkualitas di lingkungan Pemuda Muhammadiyah,” tutur Naimul.

Sebagai pertanggungjawaban menjelang akhir kepemimpinanya, Naimul menjabarkan sejumlah poin yang menjadi dasar kebijakan strategis pengaderan di PDPM Sidoarjo. Di antaranya ialah meningkatkan pembinaan anggota dengan menanamkan pemahaman yang intensif mengenai prinsip-prinsip pergerakan, seperti mengenal persyarikatan Muhammadiyah dengan segala permasalahnya, mengenal prinsip-prinsip perjuangan Pemuda Muhammadiyah dan sebagainya.
Melakukan koordinasi kaderisasi dengan ortom-ortom yang ada pada setiap jenjang, serta mengupayakan transformasi kader dengan banyak melibatkan dan memberi pengalaman yang proporsional kepada kader asal AMM dalam berbagai aktivitas.
Pemetaan sumberdaya insani yang dimiliki Pemuda Muhammadiyah pada semua lini organisasi, khususnya alumni Pemuda Muhammadiyah yang bertebaran di banyak tempat.
Mengokohkan silaturrahim alumni Pemuda Muhammadiyah sebagai bagian dari pengembangan kader pada berbagai sektor kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga :  Jokowi Ingatkan Pentingnya Peran Pelajar di Muktamar XXI IPM

Redaksi

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of