Dicki Usung Gerakan IDE, Solikh Perkuat Jejaring Eksternal

Dua kandidat Ketua PWPM Jatim menyampaikan gagasannya tentang masa depan Pemuda Muhammadiyah Jatim di masa mendatang
  • Menyambut Musywil PWPM Jatim

Fasco.id – Dinamika menyambut Musywarah Wilayah (Musywil) Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jatim mulai dirasakan. Sejumlah kandidat bersiap menata agenda dan gagasan untuk masa depan PWPM Jatim mendatang. Hal ini tampak saat silaturahmi Antar PCPM yang digelar PDPM Sidoarjo, Ahad (27/1) malam.

Dalam kesempatan itu, tiga kandidat kuat Ketua PWPM Jatim dihadirkan. Di antaranya Dicki Syatkumullah, Solikh Al Huda, dan Syamsul Hadi. Solikh mendahului paparannya tentang konsep Pemuda Muhammadiyah yang harus dibangun dengan soliditas antar pimpinan maupun hingga seluruh lapisan struktur organisasi. Hal itu harus dibangun dengan model gerakan yang komunikatif baik di internal maupun eksternal organisasi.

Menyambut Musywil PWPM Jatim, PDPM Sidoarjo menggelar silaturahmi antar PCPM dengan mendatangan kandidat Ketua PWPM Jatim.

“Hingga saat ini, keberhasilan PWPM yang masih terasa adalah ketika diketuai Mas Abduh (Mantan Ketua PWPM Jatim). Pada saat itu, penataan potensi kader di eksternal berhasil dilakukan dengan mendelegasikan kader-kader Pemuda Muhammadiyah di KPU maupun Panwaslu,” tutur Solikh.

Baca Juga :  Cerita Idul Adha di Hongaria

Hal itu menjadi bukti, bahwa ke depan PWPM Jatim membutuhkan jejaring yang kuat di eksternal. Sebagai Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jatim, Solikh yakin hal itu dapat dilakukan PWPM Jatim. “Di Pemuda Muhammadiyah ini sangat varitif latar belakang kadernya. Ada yang menjadi politisi, ada yang petani, guru, buruh maupun pedagang. Seluruh potensi ini harus terfasilitasi, ya berdagang, ya berpolitik, ya berdakwah,” tutur dosen Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya tersebut.

Optimisme tentang masa depan PWPM Jatim juga disampaikan Dicki Syatkumullah. Pihaknya menawarkan model gerakan berbasis Ilmu, Dakwah dan Ekonomi (IDE) untuk memperkuat eksistensi Pemuda Muhammadiyah di Jatim. “Gerakan ilmu dan dakwah ini sudah tidak bisa ditawar lagi. Karena sebagai organisasi kepemudaan Islam, dua hal ini menjadi visi besar yang harus dilaksanakan. Ilmu tanpa dakwah yang disyiarkan tidak akan berarti apa-apa. Sebaliknya, dakwah tanpa didasari ilmu akan menyesatkan,” tutur Dicki.

Baca Juga :  Shobikin, Dari Loper Menuju Parlemen

Pemuda yang juga Kepala SMP Muhammadiyah 6 Surabaya ini menegaskan, gerakan lain yang harus dikuasai adalah basis ekonomi. Martabat organisasi akan terbangun ketika Pemuda Muhammadiyah dapat mandiri secara ekonomi.

“Potensi dan kuantitas kader kita melimpah. Kalau hanya mengandalkan rekomendasi untuk mendelegasikan kader menjadi KPU, Panwaslu atau lembaga-lembaga sejenisnya tidam cukup. Semua minta rekomendasi, tapi kuotanya terbatas. Akhirnya malah berakhir dengan gesekan di internal,” tandasnya.

Baca Juga :  Jalan Panjang Tukang Dinamo Teguhkan Jihad di Jalur Politik

Gerakan ekonomi, lanjut Dicki, menjadi pilihan untuk upaya pemberdayaan potensi kader. Di tengah peluang ekonomi yang terbuka menganga ini, Pemuda Muhammadiyah harus bisa mengambil peran. “Harus kita dukung, teman-teman yabg ingin memulai usaha. Kita telah berkomunikasi dengan PT DMU (Daya Matahari Utama) untuk memfasilitasi kader-kader Pemuda Muhammadiyah yang ingin membangun enterpreneur,” kata dia.

Hal senada diungkapkan Syammsul Hadi, gerakan ekonomi menjadi keniscayaan ditengah persaingan bebas dan perkembangan teknologi informasi saat ini. Jika Pemuda Muhammadiyah tidak mengambil momentum itu, dia menilai itu sebagai keterbelakangan kaum muda. “Berdakwah dan berdagang telah dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW. Dua hal itu dapat berjalan beriringan dan akan saling menguatkan,” pungkas dia.han

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of