Fasco.id – SMAMDA Sidoarjo

Ancaman radikalisme dan bahaya narkoba menjadi salah satu fakta yang harus dipahami para pelajar di SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo secara utuh. Khususnya siswa baru yang saat ini tengah menjalani Forum Taaruf Siswa (Fortasi).

Bekerjasama dengan TNI – Polri, para siswa baru tersebut ditatar mengenai dua hal yang membahayakan masa depan NKRI. Komandan Kodim 0816 Sidoarjo Letkol Inf Fadli Mulyono menuturkan, Indonesia adalah negara yang multikultural. Di dalamnya terdapat berbagai macam suku, agama dan Ras. Maka konsekuensinya, kondisi tersebut sangat rawan perpecahan.

Fadli menambahkan, sangat penting bagi para pelajar untuk menjaga kondisi kebhinekaan ini dengan cara belajar dan menghargai perbedaan. “Kita jangan berfikir sempit, karena setiap orang atau kelompok masyarakat yang berbeda dengan kita,” ujarnya saat memberikan materi dalam Fortasi Smamda kemarin, Rabu (19/7).

Baca Juga :  Tuntut Pencabutan Remisi Susrama

Dalam kesempatan ini ia juga menyinggung tentang paham radikalisme yang mengancam keutuhan NKRI. Paham radikalisme mempunyai kepentingan untuk memecah belah bangsa. “Paham ini ingin merubah tatanan masyarakat yang sudah ada, pemikirannya cenderug ekstrem,” imbuh Fadli

Sementara itu, Kasat Narkoba Sugeng Purwanto, S.H, M.H dalam kesempatan yang sama menjelaskan terkait bahaya narkoba. Dia menyebutkan jenis-jenia narkoba seperti ganja, cocaine, ecstacy, shabu yang sangat berbahaya dan terlarang.

Baca Juga :  Smamda Fest Hadirkan Cak Dave, Orang Belanda Rasa Jawa

“Shabu adalah obat terlarang yang saat ini laris di Indonesia. Bahayanya obat-obat terlarang ini sudah beberapa yang di masukkan dalam jajanan anak- anak kecil yang biasa di jual pingiran jalanan sekolahannya,” ucapnya.

Ia menyampaikan, pihaknya telah melakukan penelitian jumlah penggunaan narkoba kepada jenjang profesi. Dari penelitian tersebut ditemukan penggunaan narkoba yang paling banyak adalah pegawai pabrik. Hal itu di sebabkan karena jika pegawai pabrik itu saat mengonsumsi obat-obat terlarang akan terasa bertambah staminanya. “Padahal rasa semangat itu hanya bertahan sebentar, sebentar kemudian stamina mereka akan turun secara drastis dan membuat mereka kecanduan yang tidak karuan. Sehingga membuat kondisi tubuh semakin memburuk,” ujarnya

Baca Juga :  Terjunkan Relawan  Tangkal Mihol dan Pendampingan Anak

Karena jika pengguna narkoba tidak mengkonsumsi narkoba lagi maka tubuh mereka makin lama terasa sakit. Maka dari itu bagaimanapun caranya mereka berusaha untuk mendapatkan obat-obatan terlarang tersebut agar tubuhnya tidak terasa sakit lagi.

“Jadi jika kita mengetahui ada orang yang salah mengunakan obat terlarang tersebut maka kita harus melaporkanya kepada pihak yang berwajib karena jika menyembunyikan akan terkena pasal.” Pungkas Sugeng.

Laporan

Malia Rahmatika
Balqis Afifaturrohman

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of