Fasco.id – PDPM Sidoarjo
Pemuda Muhammadiyah Sidoarjo merumuskan sejumlah poin dalam menyikapi kontestasi demokrasi di Jatim. Hal tersebut menjadi pembicaraan hangat di puncak peringatan Milad ke 86 Pemuda Muhammadiyah di Sidoarjo yang diisi dengan talk show dan peluncuran media komunitas fasco.id.

Talk Show bertajuk Peran Kaum Muda dalam Kontes Demokrasi Jawa Timur tersebut erat kaitannya dengan agenda peilkada serentak 27 Juni 2018 mendatang. Ketua PDPM Sidoarjo Syamsul Hadi mengungkapkan, Pemuda Muhammadiyah dituntut netral dalam mengungkapkan pandangan politiknya. Namnu demikian, netralitas yang dibangung bersifat aktif untuk mengawal demokrasi di Jatim ini sesuai rel yang ada. “Pemuda Muhammadiyah harus netral, tapi bukan berarti pasif,” tutur Syamsul dalam sambutannya di puncak peringatan Milad Pemuda Muhammadiyah di Sidoarjo, Sabtu (5/4) di Kedai Poetih Sidoarjo.

Baca Juga :  Rocky Gerung Serukan Kebebasan Mimbar Kampus

Dijelaskan Syamsul, setidaknya ada delapan sikap yang akan dipegang erat kader muda Muhammadiyah di Sidoarjo dalam menghadapi Pilgub Jatim tahun ini. Sikap tersebut termaktub dalam delapan petikan Pemuda Muhammadiyah Sidoarjo. Pertama, “Sikap Pemuda Muhammadiyah dalam pilihan politik tunduk dan patuh terhadap ketentuan persyarikatan”.

Kedua “Netralitas Pemuda Muhammadiyah Sidoarjo bersifat aktif dalam mengawal dinamika demokrasi di wilayahnya menyongsong Pilkada serentak 2018”.

Baca Juga :  Dindik Jatim Yakin Pengawasan CCTV Lebih Tepat untuk UNBK

Ketiga, “Gubernur dan Wakil Guburnur Jatim adalah sosok Pemimpin yang tunduk dan takut kepada perintah dan larangan Allah SWT”.

Keempat, “Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim adalah sosok yang menghormati ulama dan mampu menjaga nama baik Islam tanpa merendahkan suku, kelompok dan umat beragama lain”.

Kelima, “Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim mendatang adalah sosok yang memahami potensi dan kebutuhan serta memihak pada kepentingan rakyat di Jatim”.

Baca Juga :  Didukung Mayoritas, Dikky Syadqomullah Resmi Pimpin PWPM Jatim

Keenam, “Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim memiliki visi yang jelas dan rasional dengan mempertimbangkan kearifan lokal Jawa Timur”.

Ketujuh, “Pemimpin Jawa Timur mendatang setuju dengan prinsip jihad ekonomi Pemuda Muhammadiyah dan memastikan bahwa kemiskinan adalah musuh bersama yang harus dilawan”.

Terakhir, “Jawa Timur membutuhkan Gubernur dan Wakil Gubernur yang memiliki pengalaman dalam memimpin dan memiliki track record yang bersih dari korupsi”.han

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of