fasco.id – Masyarakat Jatim sudah ter-digitalisasi, hampir semua warga memainkan yang namanya gadget.
Karena itu, karakter warga Jatim bisa dibagi menjadi tiga bagian.

Hal itu disampaikan Dr. Novri Susan, Direktur Pusat Kajian Pembangunan Univ. Aitlangga Surabaya, di acara Talk Show milad Pemuda Muhammadiyah Sidoarjo, Sabtu (05/05/2018)

Novri – sapaannya, memaparkan, karakter pertama yang dimiliki masyarakat yang sudah terdigitalisasi adalah karakter Apatik-Konsumtif. “Seperti Buka IG dan FB, kebanyakan orang hanya untuk cari baju, sepatu, makan, dan foto. Yang tujuannya memenuhi kebutuhan pribadi.” katanya.

Baca Juga :  Orientasi Politik Generasi Milenial dibawah Pengaruh Gawai

Karakter Kritik-sinistis bagian kedua, suka mengkritik tapi tidak menggunakan ilmu pengetahuan yang kuat. Dalam bahasa jawa biasa disebut, rasan-rasan.

Kemudian yang ketiga, karakter Digital-Rasional Kritis, ketika update gambar, yang punya nilai sosial tinggi. Seperti, update foto di Instagram, seorang anak yang tak punya ayah, hidup sama ibu yang sudah tua renta. Sehingga, tujuannya dapat merubah hidup bagi pembacanya.

Baca Juga :  Menjaga Kultur Demokrasi Khas Jawa Timuran

“Tapi, jumlahnya sedikit. Dibanding dengan yang melihat instagram isinya gosip semua.” Pungkasnya. Emil

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of