fasco.id – KOKAM Sidoarjo

Proses pembaretan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) diliputi suasana penuh kebanggaan. Usai menjalani napak tilas semalam suntuk, para personel KOKAM mendapatkan baret merah yang disematkan oleh Mayjend TNI (Purn) Kivlan Zen.

Kivlan secara khusus memberikan apresiasinya terhadap KOKAM. Hal ini tak lepas dari peran vital KOKAM dalam membantu aparat negara membela tanah air dari segala kerusakan yang terjadi. Utamanya dari tindakan masyarakat yang tidak mencerminkan semangat Pancasila. “Kokam sangat penting dalam siatuasi bangsa dan negara yang tidak kondusif. Karena itu, Amal yang akan kalian lakukan setelah dari pembaretan amat besar manfaatnya,” tutur Kivlan di sela prosesi Pembaretan KOKAM Sidoarjo di komplek Perguruan Muhammadiyah, Minggu (15/4).

Baca Juga :  Begini Arah Hati itu

Kivlan menuturkan, setiap proses yang sudah dilalui personel KOKAM amatlah penting. Manfaatnya sangat baik untuk dirinya sendiri, keluarga, lingkungan dan masyarakat secara umum.  Khususnya dari segi keamanan. “Karena kita merasakan adanya bahaya terhadap diri kita, keluarga dan negara. Akibat narkoba, perampokan, pembunuhan, maupun penyimpangan prilaku dari semangat Pancasila,” tegas Kivlan.

Tata prilaku yang tidak sesuai dengan Pancasila dijelaskan Kivlan antara lain, tidak sesuai dengan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, tidak berprikemanusiaan dan tidak bersatunya bangsa Indonesia akibat kecurigaan antar suku, agama, kelompok dan partai. Tidak ada sifat musyawarah karena semua mau menangnya sendiri.Tidak adanya keadilan sosial, orang kaya, kaya sekali, orng miskin semakin miskin jauh di bawah.
“Praktik Pancasila yang kita alami ini merubah sikap dan tata budaya bangsa. Dari yang ramah-ramah menjadi marah-marah. Yang tadinya tolong menolong menjadi siapa lu siapa gua,” tutur dia.

Baca Juga :  Tiga Kandidat PP PM Rebut Perhatian PDPM se-Jatim

Saat ini, kekuatan ekonomi inginnya dikuasai oleh satu kelompok saja. Apakah tanah, properti, bangunan, kependidikam semua ingin dikuasai oleh satu kelompok. Terutama orang-orang itu asing atau aseng. Ini yang berbahaya bagi Indonesia, karena mereka tidak menunjukkan rasa Pancasila. Karena mereka merasa bahwa bumi Indonesia bukan bumi mereka.

“Kita bangsa Indonesia maka kitalah yang bisa membela babgsa kita sendiri. Yaitu dengan sikap bela negara. Keberadaan KOKAM  akan membantu polisi dan tentara untuk upaya mempertahankan keamanan dari gangguan terhadap NKRI,” tandasnya.

Baca Juga :  Jokowi Ingatkan Pentingnya Peran Pelajar di Muktamar XXI IPM

Meski pembaretan itu dimulai hanya dengan diklat yang singkat. Bagi KOKAM yang penting adalah perasaan kuat untuk membela bangsa. “Dalam diri kalian sudah ada rasa yang kuat untuk membela bangsa dan negara kalian. Itu yang terpenting,” pungkas Kivlan.han

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of