Surabaya, 6 Maret 2018
Imam Mahfudzi

fasco.id – Al-Hikam Pasal 11 | Kuburlah Eksistensimu!

‌اِدْفِنْ وُجُودَكَ فيِ أَرْضِ الْخُمُولِ، فَمَا نَـبَتَ مِمَّالَمْ يُدْفَنْ لاَ يَــتِمُّ نَـتَاءجُهُ

“Kuburlah wujudmu (eksistensimu) di dalam bumi kerendahan (ketiadaan); maka segala yang tumbuh namun tidak ditanam (dengan baik) tidak akan sempurna buahnya.”

Saat ini, dengan dukungan teknologi komunikasi super canggih, sulit bagi kita menempatkan diri sebagai orang yang betul-betul rendah hati… apalagi menjadi orang yang ikhlas… hampir setiap aktivitas manusia di seluruh penjuru dunia dapat kita akses real time… tergantung setiap orang/pengguna teknologi mau mengakses mana saja yang dia kehendaki.
Pada saat yang sama, banyak orang atau kelompok masyarakat yang justru senang selfi e, perform atau bahkan berobsesi menjadi figur dengan juta-an followers…jadilah orang sekarang sebagai manusia penganut paham pencitraan, paham yang menekankan pentingnya citra yang baik di hadapan publik, meskipun sesungguhnya tidak demikian
Pencitraan mudah ditemukan dalam kontestasi politik. Menjadi Presiden harus didukung oleh pencitraan yang sempurna, demikian pula menjadi Gubernur, Bupati atau jabatan-jabatan publik lainnya. Tapi contoh seperti ini sesungguhnya merupakan fenomena gunung es… masyarakat umum dalam segala aktivitas nya ternyata juga menunjukkan gejala yang sama… tampilan foto profil di medsos berfungsi sebagai pencitraan, setelah edit sana sini, kalau tidak boleh disebut hasil manipulasi…orang jaman now juga gemar pamer kegiatan-kegiatan, dari yang serius seperti di kantor atau tempat kerja, sampai yang sifatnya hiburan seperti berlibur, termasuk juga kuliner…
Lebih jauh dari itu kegiatan ibadah juga telah terjangkit i penyakit ini…saat umrah, haji, baksos, di masjid tidak luput dari usaha pencitraan…
Dengan kondisi semacam ini, sulit untuk memilah mana yang bertujuan syi’ar dan promosi kebaikan, dengan tujuan populer dan pencitraan
Padahal Nabi Saw pernah mengingatkan:
ِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ
خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ فَقَالَ أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِمَا هُوَ أَخْوَفُ عَلَيْكُمْ عِنْدِي مِنْ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ قَالَ قُلْنَا بَلَى فَقَالَ الشِّرْكُ الْخَفِيُّ أَنْ يَقُومَ الرَّجُلُ يُصَلِّي فَيُزَيِّنُ صَلَاتَهُ لِمَا يَرَى مِنْ نَظَرِ رَجُلٍ
dari Abu Sa’id dia berkata, ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah keluar bersama kami, sementara kami saling mengingatkan tentang Al Masih Ad Dajjal, maka beliau bersabda: “Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang sesuatu yang lebih aku khawatirkan terhadap diri kalian daripada Al Masih Ad Dajjal?” Abu Sa’id berkata, “Kami menjawab, “Tentu.” Beliau bersabda: “Syirik yang tersembunyi, yaitu seseorang mengerjakan shalat dan membaguskan shalatnya dengan harapan agar ada seseorang yang memperhatikannya.” HR. Ibnu Majah
Na’udzu billahi min dzalik…

Baca Juga :  Hidup Itu Perlu Ngeyel Sekaligus Pasrah

Mudah-mudahan kita dibimbing oleh Allah SWT menjadi pribadi yang lebih baik, rendah hati dan ikhlas. Amin…

Wallahu a’lam bis shawab.fud/fzn

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of