Oleh : Yenny Pramisella

fasco.id – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kordinator Komisariat umsida

Sidoarjo – Jajaran Koordinator Komisariat (Korkom) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Sidoarjo telah resmi melakukan kegiatan berupa lomba debat yang merupakan salah satu agenda untuk menyemarakkan Milad IMM ke-54 tahun dengan bertemakan “Jiwa Nusantara, Jiwa IMM”. Lomba debat ini dimeriahkan oleh seluruh elemen kader IMM se-Umsida karena peserta dari debat tersebut tidak lain adalah delegasi masing-masing pimpinan komisariat yang ada di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Pelangsung kegiatan debat ini adalah para panitia yang sengaja dipilih dari masing-masing komisariat untuk ikut serta merancang semarak Milad IMM ke-54 tahun.

Tema “Jiwa Nusantara, Jiwa IMM” adalah tema besar yang sengaja digunakan untuk menyambut Milad IMM ke-54 di Sidoarjo. Untuk debat tersebut, fokus pembahasan ditujukan pada topic yang berbau ‘politik’, baik yang tengah terjadi di Indonesia maupun yang terjadi di dalam kampus Universitas Muhammadiyah Sidoarjo tersendiri. Hal tersebut tidak lain adalah karena topik tersebut dirasa mampu membuka wacana dan pemikiran kader IMM secara lebih meluas dan mendalam.

Baca Juga :  Pemuda Muhammadiyah Sidoarjo Gelar Pra Musyda ke-9

Melihat bahwa kader IMM Sidoarjo memiliki potensi dan kemampuan analisis yang bagus terhadap sistem politik, maka debat yang dilaksanakan pada hari Ahad (04/03) tersebut membuat para juri yang tidak lain adalah perwakilan dari Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sidoarjo dan salah satu alumni Ikatan Mahasiswa Sidoarjo merasa sangat sulit untuk melakukan sistem seleksi.

Satu hal utama yang menjadi salah satu penilaian adalah Sprotifitas suatu team yang menjadi peserta. Seperti yang diungkapkan sejak awal ketika sambutan pembukaan oleh ketua pelaksana, IMMawan Zaki bahwa “setiap pertandingan atau perlombaan apapun, sportifitas adalah keutamaan. Untuk itu, seluruh kader IMM Sidoarjo ini saling mempercayai bahwa kader IMM Sidoarjo mampu menjunjung tinggi kejujuran dalam perlombaan”.

Baca Juga :  Gedung Baru Pondok Pesantren An-Nur Muhammadiyah Sidoarjo

Terbukti hingga akhir acara, seluruh team yang menjadi peserta debat mampu menjunjung tinggi nilai sportifitas dan kejujuran. “Selanjutnya, kami akan mengadakan beberapa perlombaan, dan semoga sportifitas itu tetap terjaga”, tambahnya.

Beberapa hal yang dibahas antara lain adalah sikap IMM sebagai aktivis kampus, jihad media, dan yang terakhir adalah manifesto gerakan IMM dalam menghadapi politik kampus. Yang masing-masing topik memiliki beberapa kisi-kisi untuk lebih memperjelas makna disetiap topiknya. Diharapkan adanya debat ini mampu menjadi salah satu penyalur berbagai pemikiran kader IMM Sidoarjo untuk mengemukakan menurut sudut pandangnya masing-masing.

“semoga kekritisan kader IMM Sidoarjo terus terasah dan memotivasi untuk lebih membuka wawasan lebih luas”, tutur IMMawati Ririn Fitriyah, salah satu anggota Korkom di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Baca Juga :  PWPM Jatim Audiensi dengan Rektor UMSIDA

Idealnya, sebagai seorang mahasiswa yang juga merupakan seorang aktivis organisasi, nalar kritis itu sangat diperlukan guna mengembangkan diri sendiri maupun orang lain. Namun hal itu juga harus diimbangi dengan pengetahuan yang memadai untuk dijadikan sebagai landasan dalam mengemukakan argumentasi. Untuk itu, membaca dan berdiskusi adalah satu langkah yang sangat direkomendasikan untuk terus mengasah segala taraf keilmuan yang dimiliki.

Kedepan, akan diadakan berbagai perlombaan yang juga bersifat mengasah skill kader IMM. Agar kader IMM Sidoarjo terus berkembang dan menjadi kader penerus perjuangan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, jadi diharapkan agar kader IMM Sidoarjo lebih meningkatkan sinergitas antar sesame pimpinan dan basic keilmuan sebagai wadah penampungan aspirasi lainnya.fzn/yen

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of