FASCO.id – Gerakan transnasional dan pengaruhnya di Indonesia menjadi topik utama agenda bulanan Lembaga Kajian dan Pengembangan Dai Pemuda Muhammadiyah (LKPDPM) Sidoarjo di Masjid Al Ikhlas Medaeng, Waru – Sidoarjo, Sabtu (28/9/2019).

Berawal dari maraknya pesan berantai di beberapa grup Whatsapp khususnya di kalangan warga persyarikatan Muhammadiyah tentang maraknya paham-paham Transnasional yang masuk ke dalam tubuh Muhammadiyah, sehingga berpotensi mengganggu kesatuan warga persyarikatan.

Hal itu disampaikan Imam Mahfudzi, wakil sekretaris PDM Sidoarjo untuk menguatkan pemahaman terhadap Manhaj Tarjih Muhammadiyah sebagai metode ijtihad.

Baca Juga :  Begini Cara Dikdasmen PCM Tulangan Tingkatkan Etos Pengabdian Kader

Menurutnya, yang membuat rawannya dakwah Muhammadiyah diserobot oleh kelompok lain adalah adanya celah dalam gerakan Muhammadiyah pada sisi purifikasi yang kurang optimal dibanding sisi modernisasi. Maka Muhammadiyah perlu meninjau kembali efektifitas kajian turats (kitab klasik) karena hal ini yang menjadi kebutuhan masyarakat namun mulai diambil alih oleh gerakan diluar Muhammadiyah, contohnya Salafi. “Muhammadiyah terkadang lupa dengan purifikasi dan terlalu sibuk dengan modernisasi.” Ungkap dia.

Kelompok Islam di Indonesia, lanjut dia, memang terbagi dua, yaitu konservatif dan reformis. Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah yang bernafaskan tajdid ini memang berada pada sisi reformis yang bidang garapannya adalah sisi modernis dan puritan.

Baca Juga :  Ini Rahasia Angka 35 dan 20 dalam Menentukan Pemimpin

Ia menengaskan, keduanya harus berjalan kaffah dengan modernisasi dalam mu’amalah dan purifikasi dalam ibadah. Maka dalam berislam tidak boleh sepotong-sepotong. “Misalnya perang saja, damai saja, amar makruf saja, atau nahi munkar saja,” tegasnya di hadapan peserta kajian.

Kajian diakhiri dengan sesi tanya jawab tentang keterlibatan Pemuda Muhammadiyah dan KOKAM dalam kegiatan dakwah kelompok lain.

Baca Juga :  Potong Pita Tandai Pengobatan Gratis di PCM Krian

Menurut Imam Mahfudzi, yang juga dosen Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya itu, selama kegiatan tersebut legal dan dalam misi dakwah Islam yang tidak menyimpang maka sah saja, akan tetapi agar berhati – hati dalam menggunakan atribut persyarikatan supaya tidak menimbulkan kesalah pahaman.

Kajian bulanan ini tidak hanya dikikuti kaum pemuda saja, tetapi tampak beberapa pemudi dan beberapa istri-istri anggota Pemuda Muhammadiyah Waru. Rozaq.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of