Cerita Ketua PCIM Pakistan Lamar Pujaan Hatinya Lewat Video Streaming

Fasco.id- Jodoh, datangnya bisa dari mana saja. Letaknya meskipun terpisahkan samudra dan negara-negara, toh akhirnya bertemu juga. Itulah yang berlaku bagi Hafizh El Hudzaifie. Ketua Pimpinam Cabang Istimewa Muhammadiyah Pakistan tersebut masih berbunga-bunga hatinya karena baru saja melamar wanita pujaannya di Indonesia.

Dalam ikhtiarnya itu, Hafizh bukannya pulang ke Indonesia dan menemui keluarga calon istri. Dia memilih berkomunikasi melalui pesan dalam rekaman video untuk menyampaikan maksud dan tujuannya melamar Nuha Nabilla. “Saya mohon maaf kepada keluarga karena tidak bisa hadir ke Indonesia. Saat ini saya masih menyelesaikan proses studi S2 di universitas Islamabad Pakistan. Selanjutnya saya menyerahkan proses khitbah kepada ayahanda Dawud ismail,” ucap Hafizh dalam video khitbahnya pada Ahad (24/2).

Baca Juga :  Shobikin, Dari Loper Menuju Parlemen

Hafizh yang juga alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Sidoarjo tersebut menuturkan, khitbah dapat dilakukan dengan saluran media apapun. Prinsipnya, niat itu telah disampaikan dengan jelas dan untuk tujuan yang mulia. “Insyallah segera setelah menyelsaikan studi bisa diselenggarakam akad nikah,” tutur Hafizh.

Hafizh mengaku, tidak ada alasan khusus terkait pilihannya menggunakan video streaming. Cara itu digunakan hanya karena alasan efektifitas dan paling efisien. “Tanpa mengurangi rasa hormat, saya berusaha tetap memyampaikan niat secara langsung kepada orangtua calon istri meakipu. Lewat video,” kata dia.

Baca Juga :  Sejumlah Daerah Diperlakukan Setara KLB DBD

Video ditayangkan di kediaman Nuha Nabilla didalam kompleks sekolah EL HAQ buduran Sidoarjo dan disaksikan oleh kedua keluarga besar. Suasana proses khitbah seketika menjadi teduh dan penuh rasa kekeluargaan karena kedua keluarga sudah saling mengenal.
“Saya menerima khitbah saudara Hafizh dengan kedua tangan 10 jari bahkan 15 jari,” tutur orangtua Nuha Nabila mengisyaratkan sangat menerima.

Baca Juga :  Jalan Panjang Tukang Dinamo Teguhkan Jihad di Jalur Politik

Diterimanya lamaran itu tak lepas karena melihat Hafizh dan Nuha memiliki kesamaan yang baik. Yakni sama – sama penghafal Al Qur’an. “Semoga proses studi Hafizh di pakistan dapat segera selesai sehingga dapat segera melangsungkan pernikahan,” tutur dia.

Mendengar jawaban tersebut, Ayahanda Hafizh, Dawud ismail menyatakan rasa syukurnya karena proses khitbah berjalan lancar walaupun tanpa kehadiran anaknya. Dan semoga ini menjadi semangat khusus bagi Hafizh untuk segera menyelesaikan studinya, Tuturnya.

(Mauludy)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of