Gubernur Jatim Dr H Soekarwo

Fasco.id – Sejumlah daerah diperlakukan seperti daerah dengan status Kejadian Luar Biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD). Ini karena jumlah penderita DBD cukup banyak.

Meski begitu hingga saat ini, Pemprov belum menetapka status KLB demam berdarah. “Karena syaratnya belum terpenuhi,” ujar Gubernur Jatim Soekarwo, Selasa (29/1).

Ada dua daerah yang menjadi kosentrasi penanganan kasus demam berdarah meski belum ditetapkan status KLB. Kedua daerah tersebut adalah Jombang dan Bojonegoro.

Menurut Pakde Karwo, kedua daerah itu kejadian demam berdarah sudah dianggap serius. “Jombang sudah 42 (penderita) itu dianggap serius,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jalan Panjang Tukang Dinamo Teguhkan Jihad di Jalur Politik

Ia meminta bupati lebih mengintensifkan program pencegahan demam berdarah. Sekalipun sudah lama tidak ada pasien yang terjangkit demam berdarah. Ia berharap kabupaten/kota tetap meningkatkan kewaspadaannya.

Mengingat sejauh ini perkembangan jentik nyamuk yang membawa penyakit demam berdarah sudah bertransformasi. Tidak hanya diair keruh, tetapi juga bisa berkembang biak di air bersih. “Kemudian tidak timbul bintik lagi, jadi kalau sekarang anget harus segera lari di cek,” tuturnya.

Baca Juga :  Shobikin, Dari Loper Menuju Parlemen

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Kohar Hari Santoso mengatakan, dari pantauan yang dilakukan sejauh ini beberapa daerah yang menempati penderita demam berdarah tertinggi. Diantaranya, Kediri, Tulungagung, Bojonegoro dan Ponorogo.

Data Dinas Kesehatan Jawa Timur per tanggal 21 Januari 2019 menyebutkan, Tulungaung menjadi yang tertinggi dengan 223 penderita, Kediri 160 pasien, Bojonegoro dengan 114 penderita dan Ngawi 99 pasien.

Meski demikian, Kohar mengaku masih belum menetapkan status KLB DBD untuk Jawa Timur. “Kalau secara Jawa Timur belum bisa sampaikan KLB. tapi kalau kita cermati di kabupaten tertentu dan dikomparasikan pada bulan yang sama boleh jadi angkanya sudah memenuhi KLB,” kata Kohar.

Baca Juga :  Cerita Ketua PCIM Pakistan Lamar Pujaan Hatinya Lewat Rekaman Video

Dia melanjutkan, hingga sekarang pihaknya terus memantau perkembangan yang terjadi di kabupetan/kota. Kohar berharap masyarakat meningkatkan kewaspadaannya.

“Peringkat ke lima Jawa Timur. Tapi kita itu tidak penting, yang penting bagaimana melakukan gerakan agar tidak sakit,” tandas Kohar.han

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of