fasco.id – Menjaga kultur dalam berdemokrasi itu perlu, karena sebagai identitas sebuah daerah atau wilayah. Apalagi, Jawa Timur sedang melaksanakan demokrasi ini. Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Juni 2018 mendatang.

Ada tiga komponen khas yang dimiliki Jatim dalam berdemokrasi kali ini. Dr Novri Susan, Direktur Pusat Kajian Pembangunan Universitas Airlangga (Unair), di acara Talk Show milad Pemuda Muhammadiyah Sidoarjo menyampaikan, Jatim punya nilai sosial yang khas. Di antaranya ialah nir kekerasan, kesetaraan, dan keterbukaan. “Tiga nilai ini dimiliki Jatim, dalam berdemokrasi, dibanding daerah-lainnya,” Ujar Novri dihadapan ratusan Angkatan Muda Muhammadiyah Sidoarjo, Sabtu (05/05/2018),

Pertama, adalah nilai sosial nir kekerasan dalam konteks Jatim. Nilai sosial itu sudah ada dan sangat genetik dalam masyarakat Jatim sendiri. Kemudian, apa pentingnya nilai sosial dalam demokrasi. Nilai sosial itu merupakan sistem pengetahuan yang sudah mapan untuk digunakan melihat benar salah, baik buruk, enak tidak enak, tampan atau tidak, cantik atau tidak, dan sebagainya. Nilai sosial itu sifatnya selalu konstektual. Yang ada di Sidoarjo tentu sangat berbeda dengan yang ada di Surabaya.

Baca Juga :  Orientasi Politik Generasi Milenial dibawah Pengaruh Gawai

“Seperti halnya sapaan, (maaf) kata JancokĀ di Surabaya dan di Sidoarjo sangat berbeda dalam memaknainya. Jangan disamaratakan. Di Surabaya itu menandakan sapaan keakraban,” tutur Novri.

Kalau melihat nilai sosial di Jatim, kata Novri, sangat tidak mungkin disamaratakan. Seluruh masyarakat Jatim memiliki nilai sosial yang berbeda. “Masyarakat yang ada di Bondowoso sana, bisa saja berbeda dengan nilai sosial masyarakat di Madiun.” katanya. Seperti masyarakat Jatim, lanjut dia, bisa dibedakan menjadi Tapal Kuda, Mataraman, dan sebagainya. Dan masing masing itu memiliki nilai sosial yang berbeda.

Baca Juga :  Gus Ipul Yakin Sedang Berjalan Menuju Kemenangan

Nilai sosial ini sangat mengakar pada kehidupan sehari hari. Bahkan dalam menentukan baik buruk, dan mana yang benar atau salah. Itu semuanya, nanti yang akan terbawa dalam politik pemerintahan. Kemudian menentukan dalam membuat kebijakan pemerintahan, ditentukan nilai sosial itu sendiri.

Kalau dilihat, bagaimana demokrasi di Jatim selama ini. Dilihat dari sejarah sudah didukung dengan nilai sosial yang ada di Masyarakat Jatim itu sendiri. Jatim memiliki nilai sosial berbeda dibanding daerah lainnya, yaitu menggunakan nilai sosial yang nir kekerasan. “Itu didasarkan genetik ras, dinamika keagamaan. PDPM Sidoarjo menciptakan budaya keagamaan yang baik, dan pemudanya cukup berperan dalam kehidupan bermasyarakat.” ujarnya.

Baca Juga :  KPU Kejar Tahapan Pemutakhiran Data Pemilih

Dosen Universitas Airlangga ini mengatakan, Nilai yang kedua adalah nilai kesetaraan dengan model dimensi, bukan hirarki. Seperti halnya, Perempuan boleh melamar laki-laki. Itu merupakan nilai sosial model dimensi.

“Dan yang ketiga adalah keterbukaan. Artinya kemampuan menerima hal baru, tanpa harus mengubah dalam hal yang ada pada diri kita.” pungkasnya. Emil

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of