fasco.id – Jombang

Alih fungsi hutan baik untuk tempat tinggal maupun areal persawahan masih kerap terjadi. Hal itu secara langsung berdampak pada semakin berkurangnya sumber mata air yang dapat digunakan bagi masyarakat luas.

Melihat kondisi ini, pada hari Jumat Perum Perhutani Divre Jawa Timur bersama Ponpes Segoro Agung menggelar acara reboisasi bersama masyarakat di kawasan Wonosalam, Jumat (13/4). “Hutan sekarang, khususnya mata air semakin terancam keberadaannya. Apa mau semua hutan dibikin sawah? Ya, kita dari Perhutani sebenarnya nggak masalah. Tapi bagaimana dengan kondisi lingkungan kita?” Kata Kepala Departemen SDM dan Umum Perhutani Divre Jatim Kristomo dalam sambutannya.

Baca Juga :  Smamda Fest Hadirkan Cak Dave, Orang Belanda Rasa Jawa

Lebih lanjut, Faiz yang merupakan perwakilan dari Ponpes Segoro Agung mengatakan bahwa pihaknya bersama Perhutani berupaya untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya hutan untuk kehidupan bagi masyarakat.

“Karena kalau hutan ini habis dan mata air berkurang, kita juga yang rugi. Untuk itu pada acara reboisasi ini kami mengajak serta segenap masyarakat. Ada perwakilan baik dari pihak Kecamatan, kalangan Akademisi, maupun Ibu-Ibu PKK. Pokoknya lintas elemen,” jelasnya.

Baca Juga :  Maknai Spirit Kepahlawanan Lewat Donasi untuk Pelajar

Pada reboisasi yang dilakukan kali ini, Perhutani Divre Jatim bersama Ponpes Segoro Agung menanam kurang lebih 2000 pohon. Diharapkan, kegiatan reboisasi ini pun bisa terus dilakukan di seluruh wilayah Jawa Timur, atau bahkan Pula Jawa dan Indonesia.

“Di beberapa kegiatan serupa lainnya yang akan datang, jumlah tersebut akan diupayakan semaksimal mungkin dengan dukungan banyak pihak agar meningkat,” pungkas Faiz.han

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of