fasco.id – Dindik Jatim

Ombudsman Jatim menilai integritas Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) menurun saat pelaksanaan jenjang SMK pekan lalu. Namun, hal itu tak menyurutkan langkah Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim untuk tetap menggunakan pengawasan CCTV sebagai pengganti guru. Hal itu juga berlaku di UNBK jenjang SMA yang mulai berlangsung sejak Senin (9/4) lalu.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Saiful Rachman menuturkan dengan CCTV justru semakin tinggi integritasnya.
Alasannya, keberadaan pengawas di luar ruangan akan mendidik dan membiasakan siswa bertindak jujur. “Kalau masalah kebocoran soal itu hanya sosial media, kebenarannya nggak pasti. Lagipula nggak mungkin bocor karena soal baru dibuka. Tidak ada proses yang melibatkan banyak tangan seperti ujian berbasis kertas,” ungkapnya di sela pantauan UNBK di SMAN 15 Surabaya, Senin (9/4).

Baca Juga :  Smamda Fest Hadirkan Cak Dave, Orang Belanda Rasa Jawa

Saiful optimistis, pelaksanaan UNBK jenjang SMA/MA ini akan lebih mudah dilaksanakan karena jumlahnya lebih kecil dari pada jenjang SMK lalu. Selain itu, dalam pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), SMA juga telah melaksanakannya dengan aplikasi yang serupa dengan UNBK. “Jadi sekolah maupun siswa sudah terbiasa dengan ujian ini. Waktu USBN lalu aplikasinya juga sudah bagus seperti UNBK,” jelasnya.

Baca Juga :  Cetak Lulusan Hafidz Al Quran, SD MUHIDA Gelar Munaqosyah

Di Jatim, lanjutnya, tercatat ada 172.102 siswa SMA dan 100.237 siswa MA yang akan mengikuti UNBK.han

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of