fasco.id – PDPM Sidoarjo

Media dakwah yang lama melalui tatap muka kini tidak lagi cukup seiring perkembangan teknologi informasi. Selain jangkauan yang sangat terbatas, pesan dakwah relatif tidak tahan lama. Karena itu, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sidoarjo mengembangkan fasco.id sebagai media dakwah alternatif yang baru.

Pengembangan portal dakwah ini pun tak cukup hanya dengan menyiapkan wadah. Sumber daya kader yang mampu mengubah pesan lisan menjadi tulisan juga sangat penting. Lantaran hal tersebut, PDPM Sidoarjo melatih kemampuan jurnalistik kader-kader di tingkat cbang dan organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah, di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), Sabtu (17/8).

Baca Juga :  PCPM Tanggulangin Tegaskan Revitalisasi Ranting Pemuda Muhammadiyah

Dalam kesempatan tersebut, hadir tiga narasumber ahli di bidangnya. Mereka adalah Senio Public Relation UMSIDA Hasan Ubaidillah, MM, Wartawan Koran Metro Suluh Dwi Priambudi , wartawan Harian Surya Sulvi Sofiana.

Menurut Ubaidillah, yang membuat ajaran Islam kurang menarik bukan karena ajarannya yang dianggap kuno, tapi cara penyampaian yang kuno. Sekarang generasi Z, yang mana media sosial (medsos) sudah menyatu dalam kehidupan mereka, suka dengan hal-hal baru yang menarik.

Baca Juga :  DAFTAR LOKASI SHALAT & KHATIB IDUL FITRI* MUHAMMADIYAH DAERAH SIDOARJO TAHUN 1439 H

“Maka PR para dai saat ini adalah belajar menyampaikan ajaran ini sesuai dengan minat zamannya,” tutur Ubaidillah.

Sementara itu Sulvi juga menjelaskan, pada zaman sekarang orang-orang lebih suka berkecimpung di media sosial dalam mencari ilmu atau informasi apapun yang mereka inginkan. Peserta diharapkan untuk membiasakan menulis di medsos agar tulisannya mudah ditemukan orang.

Baca Juga :  Tiga Kandidat Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Bertandang di Jatim

Sedangkan Suluh berpesan, dalam penulisa. Informasi, acap kali seseorang tak mengindahkan unsur bahasa. Khususnya penulisan sesuai ejaan yang disempurnakan. “Menulis sesuai EYD itu kelihatannya remeh. Tapi kita sering salah dan melupakannya,” pungkas Suluh.

Penulis:
Elly Setiawan Budi

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of