Design by PC. Pemuda Muhammadiyah Waru

Oleh : Ust. Imam Mahfudzi

fasco.id – Ust. Imam Mahfudzi
الكَونُ كلُّهُ ظُلمة ٌ واِنّمَا اَناَرَهُ ظُهُورُالحَقِّ فيه فمن رأى الكَوْنَ ولم يَشْهَدْهُ فيهِ اوعِندهُ اوقَبْله اوبَعْدهُ فقد اَعوزَهُ وجودُ الانوَرِ وحُجِبتْ عَنه شموس المعارفِ بِسُحُبِ الاثارِ
“Alam itu semuanya dalam kegelapan, sedangkan yang meneranginya, hanya karena dhohirnya Al-haq [Allah] padanya, maka barangsiapa yang melihat alam, lantas tidak melihat Alloh di dalamnya, atau didekatnya, atau sebelumnya, atau sesudahnya, maka sungguh ia telah disilaukan oleh nur [cahaya], dan tertutup baginya surya [nur-cahaya] ma’rifat oleh tebalnya benda-benda alam ini.” (Kitab Alhikam Pasal 14)

Baca Juga :  Radikal Yes, Ekstrim No

Bagi Allah, alam semesta ini adalah ayat-Nya, sebagaimana Al Qur’an juga ayat-Nya. Makna ayat di sini adalah tanda tentang wujud Allah. Sesungguhnya ayat-ayat Allah, baik yang diturunkan dalam bentuk firman-Nya maupun yang ditampakkan di alam semesta, semua untuk menunjukkan kepada manusia tentang eksistensi Allah, supaya manusia “makrifat”. Tapi seringkali manusia justru terhalang dari makrifat oleh ayat-ayat_Nya. Oleh alam semesta yang menyilaukan bahkan juga oleh lantunan ayat Al Qur’an yang indah. Seorang saintis atau profesor kerap takjub dengan alam semesta yang menjadi obyek penelitiannya. Takjub dengan struktur DNA, struktur tata surya, anatomi makhluk hidup, sehingga terhalang karena rasa takjubnya itu dari “makrifatullah”.

Baca Juga :  Hidup Itu Perlu Ngeyel Sekaligus Pasrah

Terlalu sibuk dengan bidang kajiannya, dengan obyek observasi dan penelitiannya, tapi malah lupa dengan Sang Pencipta obyek observasi tersebut. Demikian pula seorang hafidz Alqur’an, qari, juga ahli agama, kadang silau dengan apa yang dimiliki dan dikuasai nya, yang didalaminya. Sehingga lupa dengan Allah SWT atas apa yang ada dibaliknya…
{سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ} [فصلت : 53]
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami disegala wilayah bumi dan dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwasannya dia adalah benar.

Baca Juga :  Cahaya Basirah dan Cahaya Sirr (Al-Hikam Pasal 7)

Tidaklah cukup bahwa sesungguhnya Tuhan mu menjadi saksi atas segala sesuatu? Wallahu a’lam bis shawab

Malang, 21 Maret 2018
Penulis adalah Wakil Ketua PD Muhammadiyah Sidoarjo

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of