logo milad imm ke 54

Oleh : Putri Nurjannah

fasco.id – IMM Sidoarjo

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah saat ini sudah tidak bisa dikatakan muda lagi. Sebab saat ini IMM yang merupakan salah satu organisasi otonom Muhammadiyah telah memasuki usia yang ke-54 tahun. Setengah abad yang lalu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dilahirkan sebagai jawaban permintaan keadaan. Dan saat ini tepatnya nanti pada tanggal 14 Maret 2018 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah genap berusia 54 tahun.

Bukanlah hal yang muda jika kita berbicara tentang sebuah kelahiran. Darisini kita bisa merefleksi apa tujuan untuk dilahirkan. Jika ini diibaratkan sebagai manusia, maka di usia 54 tahun bukanlah usia yang muda namun usia matang bagi seseorang. Bukan lagi kita merangkak namun kita sudah berlari. Bertambahnya usia yakni berkurang pula jatah usia kita. Akan tetapi, IMM bukanlah seseorang yang semakin banyak usia semakin berkurangnya jatah usianya. Namun, IMM merupakan sebuah organisasi yang dimana semakin bertambah usia yakni semakin mengepakkan sayapnya kesegala penjuruh arah.

Baca Juga :  Suara Muhammadiyahdan Hari Pers Nasional

Melihat tema besar yang diambil oleh Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yakni Meneguhkan Nalar Ikatan untuk Indonesia Berkemajuan. Hal ini bisa dikatakan bahwa kondisi negera kita belum adil dalam kesetaraan. Padahal makna dari kata adil yakni menempatkan sesuatu pada tempatnya. Hal ini sesuai dengan ungkapan IMMawan Ach. Winedy selaku Kabid Organisasi PC IMM Sidoarjo, “ Jadi memang selama ini Indonesia masih belum adil, apalagi kalau dengan kaum Mustadhafin kesetaraan itu masih belum ada.” Tuturnya.

Berbeda dengan IMM secara Nasional yang usianya sudah 54 tahun. Saat ini IMM di Sidoarjo usianya sudah 22 tahun. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sidoarjo tidak lagi menjadi ikatan yang muda dan kecil, namun sudah memasuki usia dewasa awal. Sudah tidak sepantasnya jika diusia ini hanya diam, namun harus bergerak dan berkembang dalam hal kuantitas dan juga kualitas.

Baca Juga :  Suara Muhammadiyahdan Hari Pers Nasional

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sidoarjo mengusung tema milad yakni “Jiwa Nusantara, Jiwa IMM.”, Namun, jika berbicara jiwa nusantara itu sangat luas, maka kita sederhanalan kata nusantara disini dimaknai sebagai kota Sidoarjo. Jiwa IMM terkandung dalam tiga kompetensi dasar yang harus dipegang dan tertanam kuat dalam diri seorang kader untuk didakwahkan ke segela penjuru kota. Bukan lagi harus terkungkung dengan kondisi internal ikatan. “Menegakkan 3 kompetensi dasar yang ada di IMM untuk didakwahkan di ruang lingkup Sidoarjo, kita sudah mulai bangkit bukan waktunya kita untuk merangkak. Waktunya kita berdiri tegak, mengepalkan tangan untuk menegakkan keadilan.” Tambahnya.

Jiwa Nusantara, Jiwa IMM. Tema ini sebagai bahan refleksi kade untuk menggelorakan kembali semangat juang. Hal ini sebagai pengingat bahwa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah harus terus menyebarluarkan dan terus berdakwah kepada masyarakat. Baik itu kader yang sudah menyelesaikan kuliahnya maupun yang belum. Sebab masyarakat yang dimaksud yakni orang-orang yang berada di dalam kampus dan di luar kampus. Bukan lagi hanya terfokus di dalam kampus namun kondisi luar sangat butuh pemikiran-pemikiran yang dimiliki oleh kader.

Baca Juga :  Suara Muhammadiyahdan Hari Pers Nasional

IMM dikenal dengan intelektualitasnya, jadi sudah selayaknya dimanapun, kapanpun dan kepada siapapun. Pemikiran atau ide serta gagasannya sangatlah berfungsi untuk merubah kondisi sekecil apapun itu. Mengkritisi segala keadaan yang terjadi baik di dalam kampus maupun di pemerintahan merupakan hal yang wajar. Namun, tetap menjunjung tinggi aturan-aturan yang ditentukan. Sebab, mahasiswa atau pemuda merupakan inti dari masyarakat utama. Karena besarnya negara dilihat seberapa kualitasnya pemuda yang ada di dalamnya.tri/fzn

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of