Sidoarjo, 21 Februari 2018

Imam Mahfudzi
“JANGAN MERAGUKAN JANJI ALLAH”

لا يشككنك في الوعد عدم وقوع الموعود, و إن تعين زمنه; لئلا يكون ذ لك قدحا في بصير تك, و إخماد ا لنور سر ير تك

 

“Janganlah karena tiadanya pemenuhan atas apa-apa yang dijanjikan, sudah jatuh tempo, buatlah ragu terhadap janji-Nya; agar yang itu tidak menyebabkan bashirah-mu buram dan cahaya sirr-mu padam!”

Pada pasal sebelumnya, telah jelas-jelas kehendak Allah SWT bebas dari intervensi makhluk-makhluk-Nya … sebenarnya manusia juga diberikan kebebasan dalam menjalankan keinginannya, tp yg ada tetaplah keinginan Allah … dan pelukan tidak ada keinginan manusia yg hadits kepada Allah selalu Semoga-Nya …
Nah dalam beberapa hal, Allah juga memberikan janji-janji yang baik (disamping janji ancaman) -Nya … tiada datangnya janji Allah ini tetap tidak terikat datangnya, baik pada waktu maupun tempat tertentu, termasuk oleh keinginan manusia …
Dalam hal ini, terjadilah manusia menjadi ragu akan datangnya janji Allah … nah ini bisa ditutupi bashirah, atau mata hati, juga dikurangi keyakinan dan kerusakan tauhid … akibatnya manusia pun lebih yakin dengan solusi jangka pendek, menjadi pragmatis, harus melanggar aturan Allah … semakin dzulm atau dzalim, seperti mencuri, korupsi, zina, menyakiti orang lain, atau yang semisalnya, pada hakikatnya yang diberikan rendahnya keyakinan kepada Allah, minimal karena ragu akan janji Allah …
Mungkin juga banyak yang saya percaya dengan kedekatan dengan Allah, dengan amal ibadah yang intens … menjadi syarat terpenuhi nya janji Allah dalam waktu dekat … ini agaknya harus dirubah … kehendak Allah sama sekali tidak terikat oleh apapun … bukankah Dia sedang berfirman:
{أم حسبتم أن تدخلوا الجنة ولما يأتكم مثل الذين خلوا من قبلكم مستهم البأساء والضراء وزلزلوا حتى يقول الرسول والذين آمنوا معه متى نصر الله ألا إن نصر الله قريب } [البقرة: 214]
Dalam ayat ini ditegaskan, jangankan kita manusia biasa, Rasulullah dan sahabat-sahabatnya yang utama pun tetap diminta sabar menanti Allah, dalam konteks ayat ini pertolongan Nya … sebab janji-Nya adalah dekat, pertolongan Nya tidak lama lagi … yang buatlah lama karena kita menghitungnya menggunakan sudut pandang manusia, perhitungan manusia … dalam contoh lain manusia sering tidur akhirat dan hari kiamat, karena melihatnya sebagai obyek yang jauh. Rileks Nabi Saw pernah menggambar masa lampau dengan kiamat sedekat jari telunjuk dan jari tengah … lebih ekstrim lagi, menurut Allah sesungguhnya kiamat bagi-Nya sudah terjadi (QS al-Nahl 1)

Kesimpulannya,kalau kita merasa Allah sering menunda janji Nya kepada kita, maka itulah sudut pandang kita, sudut pandang yg dapat melahirkan keraguan dalam diri akan kekuasaan mutlak Allah SWT… sudut pandang yang justru akan menutup mata hati

Baca Juga :  Alam Terang karena Cahaya Ilahi

Na’udzu billahi min dzalik
Wallahu a’lam bis shawab

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of